Info Event Batak

OPERA BATAK – BORUA NADI DURU NI TAO
PEREMPUAN DI PINGGIR DANAU (Naskah Bahasa Indonesia)
Karya/Sutradara: Lena Simanjuntak
Konsultan Sutradara: Thompson Hs

Sinopsis
Sebuah danau seperti Danau Toba yang ada di Sumatera Utara merupakan sumber air utama ke sekelilingnya dan pertanian yang dilalui aliran sungainya. Air danau menjadi air minum yang dijaga dengan upacara dan para perempuan. Mereka sangat dekat ke danau setiap hari. Jika danau semakin mengalami gejala pengrusakan maka para perempuan dan ibu-ibulah yang segera merintih. Rintihan itu akan terdengar sebagai pesan agar orang dapat mengetahui kenapa ada danau itu. Danau itu dapat saja dikisahkan oleh seorang narator.

Konon Danau Toba terjadi karena pengingkaran sebuah janji dalam kisah legenda. Seorang bernama Samosir pernah ingkar janji kepada istrinya, sebagai penjelmaan seekor ikan, karena kerakusan anaknya bernama Toba. Kemarahan akan pengingkaran janji itu menimbulkan bencana dan hamparan sebuah danau yang indah. Keindahan itu kemudian dipesankan agar dijaga dan dipelihara. Narator dapat saja mengaitkan kisahnya dengan sebuah ilmu, yakni asal-usul danau itu karena supervulkano. Yah, Danau Toba terbentuk karena adanya supervulkano puluhan ribu tahun lalu dengan beberapa kali letusannya. Keindahan itu sama dipuji berdasarkan legenda dan keilmuan. Namun pencemaran air dan lingkungan di sekitarnya lebih dekat kepada para perempuan atau ibu-ibu yang mengingat simbolik danau itu merupakan penjelmaan seorang perempuan, putri kahyangan.

Pemeranan
1. Perempuan
2. Narator, tokoh pencerita dengan peran ganda lainnya
3. Samosir, sebagai petani, suami, dan bapak
4. Putri Ikan, kemudian bernama Sondang Nauli setelah menjadi manusia dan istri Samosir
5. Ibu Ikan, personifikasi simbol kesuburan
6. Toba, buah hati Samosir bersama Sondang Nauli
7. Suara-Suara yang Menentang

Potongan Dialog: Ampuni kami penguasa bumi dan langit. Karena kami mencabik-cabik janji bersama untuk memelihara ciptaanmu.Seperti kesetiaan matahari terbit dari timur menyusuri bumi menabur cahaya dan mengundurkan diri di barat mempersilahkan rembulan dan bintang menghias kegelapan malam. Selimuti kami dengan kasih setiaMu. Selamatkan kami dari nafsu mencemari air, tanah, dan alam untuk kehidupan

Pemain: Alister Nainggolan – Ojax Manalu – Nominanda Sagala – Editua Nainggolan- Kristin Siallangan – Devi Lasroha Sinaga-Rini Sinaga-Hotania Nainggolan- Rinda Turnip-Tiurma Nainggolan – Sidratul Muntaha

Penata Artistik: Adie Damanik
Disain Grafis: Ommz fedricho
Stage Manager Sumut: Lukman Hakim Siagian
Tata Linghting Sumut: Ganden His Gank

Team Produksi:
Laire Siwi Mentari – Jhon Fawer Siahaan- Tumpak Winmark Hutabarat – Yolandri Simanjuntak – Sotardok Art House – Manguji Nababan – Air In Arts.

MEDAN
30-31 Agustus 2013
Taman Budaya Sumatera Utara Pukul 15:00 wib Pelajar dan 19:30 Mahasiswa dan Umum
Info Undangan Medan : 0853 72342218 [Devi Sinaga]

PEMATANGSIANTAR
28 September 2013

BANDUNG
19 Oktober 2013

YOGYAKARTA
21 Oktober 2013
Padepokan Bagong Kusdiarjo

SOLO
23 Oktober 2013
Taman Budaya Jawa Tengah

JAKARTA
26 Oktober 2013

KOLN (Jerman)
2 November 2013 event “BATAK DAY


Sebarkan Event Ini

Beri Komentar